Menaklukkan Pantura

Alhamdulillah, rekor berkendara motor terjauhku pecah, tepatnya di hari Kamis kemarin. Yes, kutaklukkan jalur Yogyakarta – Jakarta dengan Ninja 250ku. Berikut adalah field report perjalananku hingga ibu kota, siapa tau bisa dijadikan referensi pemilihan jalur antara Yogyakarta dan Jakarta.

20131020-081733.jpg

Mulai kupacu Ninja 250 di hari Rabu kemarin. Melalui jalur Wates, Purworejo, Kebumen, Gombong, Wangoon, Bumiayu, dan berhentilah diriku di Brebes, rumah simbah. Saya memang berencana untuk bermalam disana karena esok paginya harus mengurus beberapa hal di kota itu.

Secara garis besar, jalanan sangat baik di jalur itu. Wates layaknya Sepang. Purworejo layaknya Sentul. Namun masalah muncul setelah kota Bumiayu. Kuambil jalur alternatif melalui Songgom, bukan melalui Slawi (tembus Tegal), karena memang jika kita ambil jalur Slawi, terhitung lebih jauh jaraknya (sedikit berputar).

Jalanan di Songgom memang relatif lancar, bahkan sepi. Namun kondisi jalannya, mengingatkan saya pada Jl. Raya Bogor ketika masih belum diperbaiki: penuh “ranjau darat” atau lubang pada jalan, yang jelas sangat membahayakan pengendara. Jujur, saya lebih prefer sedikit berputar di Slawi, atau bahkan ambil jalur tengah yakni ambil kanan di daerah Gombong, menuju Banjarnegara dan Pemalang melalui waduk Sempor.

Keesokan harinya, berangkatlah dari Brebes menuju Jakarta. Jalur yang kulalui adalah pantura. Jalanan lumayan layak, meski sedikit bergelombang dari Brebes, Losari, hingga Cirebon. Setelah Cirebon, saya tidak mengambil jalur Karangampel, namun saya ambil jalur ke kiri (dari kota Cirebon) ke arah pertigaan Palimanan. Dari pertigaan tersebut, saya ambil kanan sehingga tembus di Indramayu. Jalanan sangat baik. Halus. Aspal baru. Namun sayangnya, sempat terjadi penyempitan jalan karena perbaikan sisi sebelahnya.

Setelah mencapai Indramayu, jalanan lancar dan baik hingga Cikampek. Karena saya tidak menggunakan tol (ya iyalah ya) maka dari pertigaan Cikampek saya ambil lurus menuju Karawang. Tak lama dari situ, tembus di Bekasi. Secara umum, kondisi jalanan sangat baik. Namun sayang sekali, di pertigaan Cikampek harus ada penyempitan jalur lagi dan lagi. Sehingga macet hingga satu jam untuk dapat melalui daerah tersebut tak terhindarkan.

Sekian field report perjalananku dari Yogyakarta hingga Jakarta. Mari servis motor dulu biar bisa dipake di MotoGP weekend besok.

20131020-080934.jpg

Advertisements

Tags: , , , , ,

About Asad

Student of Computer Science Faculty, Universitas Indonesia. CEO and Founder FlipBox Studio, web and mobile apps development company. Contributor of TeknoJurnal.com. Co-founder TukuShop.com. Friend of WordCamp Indonesia, Annual WordPress developer meetup. Also an Apple minded user.

2 responses to “Menaklukkan Pantura”

  1. Bayu Hernawan says :

    Hasyuu… sangar tenan sidane ditumpaki dewe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: